Langsung ke konten utama

Berargumentasi Yes, Bertengkar No

Bukan hanya sekali, saya menyaksikan orang menjawab pertanyaan atau menyodorkan sanggahan dengan argumentasi yang tidak sahih. Pertanyaan mengarah kepada A, sementara jawaban menuju C. Atau, seseorang menyanggah ucapan orang lain dengan sanggahan yang sulit dimengerti akal sehat. Ada juga, orang yang berusaha memberi penjelasan kepada atasannya. Tetapi penjelasan tersebut malah membuat persoalan semakin rumit.
Gambar dari sini
Adalah keahlian berargumentasi yang bisa dinyatakan sebagai pembeda, di antara orang-orang seperti di atas. Semakin mahir mengeluarkan argumentasi, maka semakin mudah seseorang menjalani hidupnya. Sebaliknya, ketidakmampuan seseorang dalam mengeluarkan argumentasi yang benar, akan menjerumuskan dirinya dalam kubangan kesulitan.


Apapun profesi dan latar belakang seseorang, keahlian berargumentasi mutlak dibutuhkan. Setiap orang membutuhkan argumen yang kuat dan benar agar gagasan atau saran-sarannya diterima oleh pihak lain. Tanpa bekal berargumentasi yang memadai, apa pun yang diungkapkan akan sangat mudah dimentahkan lawan bicara.
Donny Gahral Adian dan Herdito Sandi Pratama, membantu kita untuk belajar berargumentasi dengan mudah. Melalui buku teknik berargumentasi, keduanya mendorong kita untuk mengeluarkan argumentasi yang kuat dan benar. Baik dalam bentuk lisan, maupun argumentasi melalui tulisan.

Tulisan atau ucapan yang argumentatif, berbeda dengan eksplanasi ataupun persuasi. Argumentasi –baik lisan maupun tulisan- merupakan upaya untuk mendemonstrasikan bahwa sesuatu itu benar. Sementara eksplanasi adalah usaha menunjukkan bagaimana sesuatu itu benar. Sedangkan persuasi adalah upaya verbal maupun nonverbal untuk memengaruhi opini lewat kata-kata yang menyentuh ego, rasa bersalah, prasangka, dan keserakahan orang lain.

Buku ini menggunakan metode penyampaian yang mampu membantu pembacanya melakukan praktik sendiri. Agak berbeda dengan buku-buku filsafat pada umumnya, yang cenderung berkutat pada tataran konsep. Dengan bahasa yang mudah dipahami, penulis buku membantu pembaca mengenali proses berpikir, macam-macam argumentasi, keahlian memeriksa argumentasi orang lain, membaca dengan kritis, dan membuat tulisan yang argumentatif. Namun, karena buku ini bersifat terapan, wilayah kajiannya terasa kurang mendalam. Sehingga, untuk mendalami argumentasi, dibutuhkan sumber lain yang mampu mendukung.

Hemat saya, dengan membaca buku ini, kita akan terbantu untuk bebas dari berbagai kesesatan berpikir dan berargumentasi. Dengan keahlian argumentasi yang baik dalam seluruh tingkatan masyarakat, maka pertikaian dan atau pertengkaran yang lebih mengedepankan kekerasan fisik akan semakin mudah ditekan. Tidak akan ditemukan lagi, orang-orang yang berdiskusi, tetapi malah sibuk menyerang pribadi lawan bicaranya.  Semoga.

Judul                 : Teknik Berargumentasi: Berpikir sebagai Kecakapan Hidup
Penulis              : Donny Gahral Adian & Herdito Sandi Pratama
Penerbit             : Kencana Prenada Media Grup
Halaman              : 162 halaman
Terbit                   :  2013

Komentar