Langsung ke konten utama

Catatan Menjelang Reuni Pesantren

Boleh jadi, hari ini kita telah lupa. Bahwa dulu, kita pernah diajari ustadz huruf alif, ba dan ta, yang hari ini kita gunakan untuk mengeja alif ba ta kehidupan. Kumpulan bab dalam Jurumiyah, fasal-fasal dalam Safinah, serta bait-bait beberapa kitab kuning yang sempat kita akrabi, merupakan sebagian jejak yang tak mungkin kita hapus dari rangkaian perjalanan hidup ini. Jalan apapun yang sedang kita telusuri hari ini, tak bisa mengubah status kita, bahwa kita adalah santri.

Boleh jadi, hari ini kita belum masuk dalam jajaran orang-orang yang berhasil, yang setiap hari namanya dibanggakan banyak orang, kehadirannya ditunggu, kesalehannya menentramkan, hartanya berlimpah, ilmunya menerangi banyak orang dan seterusnya. Tetapi, itu bukan alasan untuk menjauh dari pesantren. Barangkali, hal ini terjadi, salah satunya karena kita terlalu jumawa pada diri sendiri, lalu lupa terhadap guru-guru kita di pesantren.

Dulu, kita pernah sama-sama merasakan sedihnya jauh dari orang tua, lapar, terkucil bahkan merasa “terbuang” karena dimasukan ke “penjara suci” ini. Bukankah, saat itu yang menenangkan kita adalah sahabat-sahabat dan guru-guru yang hari ini kita lupakan?

Tentu saja, masalah yang ditemukan saat menjadi santri, tak serupa dengan masalah dan beban hidup yang hari ini kita alami, tetapi marilah kita coba untuk menenangkan diri dan mencari keberkahan dengan berkumpul bersama sahabat-sahabat dan guru-guru kita, yang dulu selalu mampu menenangkan dan mencairkan suasana. 

Berbagai beban hidup yang menimpa, masalah yang menjerat, hiruk-pikuk perpolitikan yang menyita perhatian, pertikaian yang tumbuh karena beda pilihan politik, kita buang sejauh mungkin. Mari kita menangkan diri dan mendulang keberkahan dari silaturahmi dan berkumpul dengan orang-orang saleh. Bismillah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Materi PAI SMP Kelas 9: Menelusuri Tradisi Islam di Nusantara

1. Peta Konsep 2. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, peserta didik mampu: a. Menjelaskan tradisi  Nusantara sebelum Islam dengan benar. b. Menjelaskan Akulturasi budaya Islam dengan benar. c. Menjelaskan cara melestarikan tradisi Islam Nusantara dengan benar. d. Mengambil hikmah mempelajari tradisi Islam Nusantara dengan benar. e. Berperilaku melestarikan tradisi Islam Nusantara dalam kehidupan seharihari dengan benar.

Ringkasan PAI SMP Kelas 9 Lengkap

Pada postingan ini akan dibagikan informasi mengenai materi Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti bagi kelas 9 SMP secara lengkap. Dari mulai bab pertama sampai dengan terakhir, sesuai dengan yang tercantum dalam buku paket siswa dan Kompetensi Dasar yang dirilis oleh Kemendikbud. Untuk menuju materi yang dimaksud, bisa langsung diklik dalam daftar isi berikut ini: Bab 1 Meyakini Hari Akhir, Mengakhiri Kebiasaan Buruk Bab 2 Jujur dan Menepati Janji Bab 3 Menuai Keberkahan dengan Rasa Hormat dan Taat kepada Orang Tua dan Guru Bab 4 Zakat Fitrah dan Zakat Mal Bab 5 Dahsyatnya Persatuan dalam Ibadah Haji dan Umrah Bab 6 Kehadiran Islam Mendamaikan Bumi Nusantara Bab 7 Meraih Kesuksesan dengan Optimis, Ikhtiar dan Tawakal Bab 8 Beriman kepada Qada' dan Qadar Berbuah Ketenangan Hati Bab 9 Mengasah Pribadi yang Unggul dengan Tata Krama, Santun, dan Malu Bab 10 Menyayangi Binatang dalam Syariat Penyembelihan Bab 11 Akikah dan Kurban Menumbuhkan Kepedulian Umat  Bab 12 Menelusuri Tradisi...

Disdikpora Kabupaten Pangandaran Panen Penghargaan

Disdikpora Kab. Pangandaran berhasil memborong banyak penghargaan pada Kegiatan Apresiasi Capaian Program Kemendikbudristek, yang diselenggarakan oleh UPT Kemendikbudristek Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Kamis 23 Nopember 2023 di Yogyakarta. Tidak tanggung-tanggung, Disdikpora Kab. Pangandaran meraih delapan penghargaan sekaligus, yakni Capaian Terbaik Aksi Nyata melalui Platform Merdeka Belajar,  Capaian Terbaik Pemanfaatan Rapot Pendidikan,  Capaian Terbaik penggunaan ARKAS dan SIPLah, Capaian Terbaik Iklim Inklusivitas,  Capaian Terbaik dalam Pembentukan Satgas TPPK (Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan),  Apresiasi penerbitan Regulasi Merdeka Belajar,  Apresiasi Inovasi Pendidikan, dan  Capaian Terbaik Implementasi Kurikulum Merdeka. Kepala Disdikpora Kab. Pangandaran, Dr. H. Agus Nurdin, menyampaikan kebahagiaannya atas raihan ini. Seperti yang dituangkan dalam status media sosial Facebook pribadi, beliau menyampaikan ba...